Skip to main content

Minimalism, Zero Waste dan Sunnah

Berita kematian Sperm Whale benar-benar mengusik hati dan pikiran. Betapa kita sebagai manusia begitu jahatnya terhadap alam, yang bahkan tempat kita menumpang ini. Tempat tinggal??? No!!! Alam ini, bumi ini hanya tempat tinggal sementara saja.

Pernah membayangkan kalian kedatangan tamu lalu tamu itu berlaku seenaknya? Membuang puntung rokok di kamar tidur. Membuang pembalut di ruang tamu. Membuang popok bekas di ruang keluarga. Atau mereka mengganti makanan yang terhidang di meja makan dengan tas kresek bekas untuk kita makan? sedangkan nasi beserta lauknya mereka habiskan?

Tentu saja kita kecewa dan marah bukan??!!!

Sumber Gambar disini


115 gelas kemasan plastik, 25 tas kresek, 4 botol plastik, 2 pasang sandal jepit dan ribuan pecahan plastik. Semuanya ada di dalam perut sperm whale. 

.......................

Minimalism

Gaya hidup minimalism ramai diperbincangkan. Gaya hidup ini bukan sekadar mengurangi pembelian barang-barang seperti pakaian dan dekorasi rumah, tapi juga mengurangi ‘rasa kepemilikan’ terhadap suatu barang.

Dengan cara ini dipercaya rumah/kamar Anda akan lebih lapang dan rapi, serta yang paling penting, Anda bisa hidup lebih tenang—karena tak perlu khawatir dengan barang-barang Anda.

Di Jepang, Gaya hidup ini dipengaruhi oleh estetika Buddhisme Zen yang menentang gaya hidup konsumtif dengan cara  mengurangi barang-barang yang mereka miliki. Konsep dari gaya hidup ini adalah “Less is more”, yang kira-kira maknanya dengan memiliki sedikit barang, kita memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan hal lain yang lebih produktif.

Sumber Gambar disini


Di tempat yang rutin mengalami gempa seperti di Jepang, gaya hidup seperti ini sangat dianjurkan karena dapat mengurangi resiko luka hingga kematian akibat kejatuhan benda yang ada di ruangan. Dan saya masih terngiang dengan beberapa bencana gempa bumi yang baru saja terjadi di Negeri kita tercinta. Harta benda yang dikumpulkan bertahun-tahun dalam sekejap hilang ditelan bumi.

Gaya hidup minimalism ini berlawanan dengan pola konsumerisme tentunya. Kita kerap mengumpulkan barang-barang sebagai bentuk identitas diri. Saya misalnya, sering mengumpulkan buku-buku berharap bisa menjadi sebuah perpustakaan keluarga seperti BJ Habibie. 

Beberapa minggu yang lalu saya membeli Buku berjudul "Goodbye, things: hidup minimalis ala orang jepang" karya Fumio Sasaki. Seorang editor berusia 36 tahun yang berhasil mengubah gaya hidupnya dari konsumerisme menjadi minimalist. 

Fumio dahulu adalah kolektor buku, CD, DVD. Lama-kelamaan ia menjadi lelah karena menyimpan barang-barang itu selama 2 tahun.

"Aku terus berpikir, apa yang aku belum punya, apa yang hilang," kata Fumio seperti dilansir dari The Guardian, Senin (20/6/2016).

Selama satu tahun ia menghabiskan waktunya untuk menjual barang-barang koleksinya itu atau memberikan kepada temannya.

Sumber Gambar disini


Saya dan istri sama-sama memiliki keresahan melihat rumah yang nampak gak teratur karena barang yang menumpuk dan tidak tertata. 

Sejak 2009 kami biasa mengeluarkan beberapa pakaian saat membeli pakaian baru. Tahun 2017 akhir kami mengeluarkan hampir separuh pakaian kami dan 70% buku yang saya punya.

Setelah membaca buku Fumio saya berhasil menyisakan pakaian seragam, 3 stel pakaian santai, 3 stel pakaian formal dan 3 stel gamis serta dua buah jaket. Melelang sebuah motor tua L2Super dan Pit Ontel untuk kegiatan sosial.

...............................

Zero Waste

Dalam sebuah acara Kongres Nelayan di Puger yang dihadiri oleh Susi Pudjiastuti, beliau lebih menekankan tentang kampanye diet plastik kepada empat ribuan nelayan yang hadir. Di lain kesempatan bahkan beliau kerap melakukan kegiatan bersih2 pantai secara serentak.

Beliau sangat paham ancaman sampah yang akan mendominasi lautan di tahun 2030.

Bagi saya itu jauh lebih menyeramkan dari siapa yang akan menjadi Presiden di 2019 nanti. 

Sebulanan yang lalu saya mendapat kabar dari nelayan binaan yang juga Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Bahari Lestari bahwa beliau menemukan tiga ekor Penyu Hijau yang mati karena memakan plastik berwarna merah. Diduga plastik tersebut adalah tas kresek berwarna merah yang ketika itu masih tersisa di mulutnya.

Sumber Gambar disini


Membaca Buku "Menuju Rumah Minim Sampah" karya DK Wardhani membuat saya kembali bersemangat untuk lebih giat lagi menerapkan Zero Waste.

.............

Sunnah

Kita tentu sering mendengar ungkapan dalam Islam seperti ini:

النَّظَافَةُ مِنَ الْإيْمَانِ

“Kebersihan adalah Sebagian dari Iman”
Hadis ini tercantum dalam kitab-kitab hadis. Al-‘Iraqi dalam takhrij Ahadits al-Ihya’ 1/73 menginformasikan hadis dengan lafadz semacam di atas diriwayatkan oleh Imam at-Thobrany dalam Al-Ausath dengan sanad yang dho’if jiddan (sangat lemah) dari jalur periwayatan melalui Ibnu Mas’ud ra.

Ada hadits yang lebih kuat mengenai bagaimana Islam menganjurkan untuk menjaga kebersihan. Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,“Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR. Tirmizi).

Rasulullah SAW dalam pola hidupnya juga mengajarkan minimalism. Beberapa riwayat mengisahkan bahwa Rasulullah SAW hanya memiliki sepasang pakaian saja itupun yang dikenakannya. Ada pula yang mengisahkan dua pasang. Tapi tidak lebih dari itu. 

Di museum bernama Dar Al Madinah Museum yang terletak di Jalan Safwan Ibn Malik Al Tamimi, Madinah, ini tersimpan diorama yang menggambarkan kehidupan Rasulullah dalam setiap fasenya. Dalam sebuah replika tempat tinggal dan kamar Rasulullah bersama istrinya, Aisyah. Ruangan tersebut sangat sederhana. Tak ada perabotan istimewa, hanya tempat tidur dan bangku panjang menghiasi ruang tamu dan kamar.

Zero waste jelas merupakan Gaya Hidup Rasullah SAW juga. Ada begitu banyak hadits tentang menjaga kebersihan diri dan lingkungan selain dari yang ditulis di atas. Satu yang paling sering kita dengar adalah 

عن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه ، أنَّ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « الإيمَانُ بِضْع وسبْعُونَ ، أوْ بِضْعُ وَسِتُّونَ شُعْبةً ، فَأَفْضَلُها قوْلُ لا إله إلاَّ اللَّه ، وَأدْنَاها إمَاطةُ الأَذَى عنَ الطَّرِيقِ ، والحياءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإيمَانِ » متفق عليه

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah bersabda yang maksudnya : “Keimanan itu ada tujuh puluh lebih – tiga sampai sembilan -atau keimanan itu cabangnya ada enam puluh lebih – tiga sampai sembilan. Seutama-utamanya ialah ucapan La ilaha illallah dan serendah-rendahnya ialah menyingkirkan apa-apa yang berbahaya -semacam batu, duri, lumpur, abu kotoran dan Iain-Iain sebagainya -dari jalanan. Sifat malu adalah suatu cabang dari keimanan itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Lantas umat macam apa, kita yang tidak mengikuti sunnah Rasulullah Saw? Bukankah beliau sebaik-baiknya teladan yang harus kita ikuti sebagai muslim?

Satu hadits yang selalu saya jadikan pegangan hidup:  خير الناس أنفعهم للناس (khoirunnas anfa'uhum linnas) Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

Comments

Popular posts from this blog

Aturan Sampah: Dipaksa, Terpaksa, Terbiasa

Kamis, 28 Februari 2019 kemarin. Pada saat yang bersamaan saya mendapatkan kiriman berita mengenai sampah. Berita pertama yang saya baca adalah tentang kebijakan Aprindo yang memberlakukan tas kresek berbayar (lagi) sebesar Rp. 200,- mulai tanggal 1 Maret 2019. Berita kedua tentang Munas Ulama NU yang merekomendasikan bahwa membuang sampah sembarangan adalah haram. Kebijakan Aprindo dan Rekomendasi Munas Ulama NU tentu saja menjadi hal baik yang harus diapresiasi semua pihak. Ya, walaupun tetap saja pasti menuai pro kontra di masyarakat. Saya berpikir positif saja bahwa Gerakan Zero Waste yang bergeliat dari akar rumput ini cukup membuahkan hasil. Walaupun tidak bisa dibilang sudah berhasil. Apalagi selesai. Karena ini adalah perjalanan panjang hingga semua elemen masyarakat mampu melaksanakan 7R (Rethink, Refuse, Reduce, Reuse, Rot, Recycle, Responsibility). Seorang kawan saya pernah mengeluh dengan gerakan akar rumput ini. "Percuma Cak, saya bersama rekan-reka...

Senja di Bumi Senentang

Hujan baru saja berhenti. Menyisakan rintik dan genangan-genangan air. Di Tanah gambut yang telah dipadatkan. Ada empat bis yang telah bersiap di depan kantor pangkalan bis borneo. Nomer yang acak tertera di kaca depan. Mirip acara darmawisata waktu sekolah dulu, batin saya. Ini perjalanan pertama saya menginjakkan kaki di Bumi Borneo. Tujuannya mengantarkan ibu mertua ke rumah kakak di Sintang. Setelah meletakkan tas dorong ke bagasi, saya segera masuk ke dalam Bis mencari tempat duduk sesuai tiket. Wow!!! Itulah ungkapan yang keluar saat melihat interior Bis ini. Royal Class. Tempat duduk 2-1 dengan model persis tempat duduk bioskop kelas VVIP. Jujur sebenarnya saya sudah agak trauma naik Bis. Apalagi ini perjalanan malam selama 6 jam. Tapi melihat interior yang lengkap saya sedikit lega. Tentu saja yang saya perhatikan terlebih dahulu adalah toiletnya. Tepat pukul 19.00 Bis Borneo melaju. Membelah hutan-hutan sawit. Nella kharisma mulai diperdengarkan. Sayang ya...

The Secret Life of Walter Mitty

"Hal yang indah tak membutuhkan perhatian" begitu kata Sean O'Connell dalam film bertajuk The Secret Life of Walter Mitty yang dirilis pada tahun 2013 ini. Saya bukan penggemar berat film. Hanya kalau tiba-tiba penasaran saja saya menontonnya. Terkadang di bioskop, tapi yang paling sering menonton di Facebook atau YouTube. Di linimasa Facebook tiba-tiba Poster The Secret Life of Walter Mitty ini muncul. Rasa penasaran akhirnya membuat saya berselancar di Facebook dan YouTube. Keset Sebuah kata yang muncul ketika menonton adegan-adegan awal film ini. Saya dibuat geregetan dengan sikap Sang Bos baru yang songongnya minta ampun. Tiba-tiba saya merasa seperti Walter Mitty. Begitulah dunia kerja. Tak jarang juga saya berkhayal seperti Walter Mitty saat jengkel dengan kebijakan semaunya tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Berimajinasi sedang berteriak seperti auman harimau yang membuat rambut dan pakaiannya lepas. Atau menggebrak meja hingga seluruh bangunan han...