Saya merasa beruntung dilahirkan dari perpaduan jawa, madura dan osing. Bapak saya asli lare osing. Dan ibu saya perpaduan jawa dan madura. Sejak kecil, saya sudah terbiasa berbicara campuran. Di rumah, bahasa yang digunakan adalah bahasa jawa. Di keluarga besar bahasa jawa yang berselang-seling dengan bahasa madura. Misal: Pak Lek: Kate nangndi koen Le? Saya: Maen Lek. Pak Lek: O... main meloloh lakonah reh. Dalam pertemanan bahkan lebih unik lagi. Dalam sebuah obrolan berempat bisa jadi saya berbicara dengan A menggunakan bahasa indonesia, dengan B menggunakan bahasa jawa, dengan C menggunakan bahasa madura. A berbicara dengan B menggunakan bahasa jawa, dengan C menggunakan bahasa indonesia. B berbicara dengan C menggunakan bahasa indonesia. Percakapan dengan banyak bahasa seperti ini tidak hanya ditemukan di kota kelahiran saya, Bondowoso. Ini juga bisa ditemukan di tempat tinggal saya, Jember. Menguasai bahasa jawa dan madura sekalipun bukan yang kromo inggil at...