Skip to main content

Pak Ndul Sang Inspirator Youtuber

Dari sekian banyak pelajaran yang saya pelajari untuk menjadi seorang Youtuber adalah Konten berada pada urutan pertama. Dalam dunia digital marketing pun dikenal dengan istilah "Content is King".

Masalahnya adalah Konten yang seperti apa?

Yang paling banyak dicari di youtube adalah konten hiburan. Wajar saja sebenarnya, apalagi saat ini kita dijejali dengan konten berita tentang carut marutnya dunia kampanye menuju pemilu. Orang-orang mudah stress dan butuh sekali dengan hiburan. Dalam konten hiburan pun masih ada macamnya. Ada cerita parodi, cerita kehidupan artis, musik parodi, musik artis, cover musik, film, film pendek, gaming dan lain-lain.

Konten kedua yang dicari oleh masyarakat adalah konten informasi. Informasi ini berisi berita apa saja. Tapi biasanya yang paling banyak dicari adalah berita yang lagi viral.

Konten ketiga yang dicari adalah edukasi. Berisi tentang segala macam bentuk edukasi yang umumnya adalah tutorial.
Yang bisa memadukan ketiganya tentulah yang paling jago. Tapi jangan mudah tergiur dengan berita mengenai penghasilan youtubers ya. Kalau membuat youtube hanya dengan alasan itu, mungkin dua postingan video yang diunggah dan setelahnya langsung diabaikan karena tidak ada yang menonton.

...............

Menuju vlog kelima saya sebenarnya sudah mulai sedikit kelimpungan. Rencana awal saya untuk mewawancarai seseorang sebagai isi utama dalam video tersebut menjadi gagal total karena kesibukan narasumber dan cuaca yang kerap mendung. Keterbatasan kamera terkadang menyulitkan dalam pengambilan gambar.



Saya baru kembali bersemangat setelah menonton vlognya Deddy Corbuzier yang mewawancarai Pak Ndul. Terus terang saat pertama kali menonton videonya Pak Ndul di Facebook (bukan youtube dan baru tau kalau Pak Ndul seorang Youtuber setelah menonton video ini), saya mengira bahwa Pak Ndul itu orang stress. Video yang berjudul Internet Gratis itu membuat saya ngedumel, "uoppoooo iki...." tapi sambil tetap menonton dan tertawa dengan kekonyolannya.

Lah, kok pas diwawancara dengan Deddy tibaknya nggennah. Bahkan cerdas. Konten yang menampilkan sosok Pak Ndul dengan kekonyolannya itu ternyata sebuah strategi yang diterapkannya dalam bermain youtube. Setelah unggah ratusan video dan zonk.

Dalam kanal youtubenya yang bernama WAGU Waton Guyon itu hanya dalam waktu 2 bulan saja sudah mendapatkan 585.308 subscriber. Dan videonya yang berjudul "Database Google" sudah ditonton sebanyak 8,2juta.



Pelajaran yang saya dapat tentunya adalah jangan berhenti. Kembali ke fokus awal untuk memberikan edukasi. Dan jangan terlalu memperhatikan detail tentang sinematografinya. Karena isi atau pesan yang mau disampaikan harus nyampek dulu. Toh bukan mau bikin film layar lebar yang sinematografinya harus keren.

Boleh tengok vlog2 para artis yang subscribernya bahkan jutaan itu seringkali hanya dengan mode selfie dan pause saja langsung tayang. Dan ditonton jutaan orang lho 

Pak Ndul jelas idola baru saya dalam dunia youtube. Ada juga Bocah Ngapak yang luar biasa konsisten menampilkan bahasa ngapak bahkan sekarang sudah menjadi tayangan rutin di sebuah stasiun televisi. Yang gak lupa jelas dengan Bayu Skak yang seakan menjadi pioner bahwa untuk menjadi youtuber gak harus dari Jakarta saja.

................

Saya beruntung menetapkan Ahad sebagai hari untuk unggah video di Youtube dan menulis #IstiqomahAhad di Blog ini. Ada atau tidak ada yang menonton dan membaca, setidaknya saya mulai terbiasa terjadwal dan bingung jika sudah hari Jumat dan belum menyiapkan video serta tulisan.

Jangan lupa pesan Pak Ndul yang ahlinya ahli, intinya inti, dan core of the core ini bahwa:
Be a normal is boring
So create your own colour
hard work is mandatory
smart work make a perfect


Ojok lali ngopi ben iso ngising

Comments

Popular posts from this blog

Aturan Sampah: Dipaksa, Terpaksa, Terbiasa

Kamis, 28 Februari 2019 kemarin. Pada saat yang bersamaan saya mendapatkan kiriman berita mengenai sampah. Berita pertama yang saya baca adalah tentang kebijakan Aprindo yang memberlakukan tas kresek berbayar (lagi) sebesar Rp. 200,- mulai tanggal 1 Maret 2019. Berita kedua tentang Munas Ulama NU yang merekomendasikan bahwa membuang sampah sembarangan adalah haram. Kebijakan Aprindo dan Rekomendasi Munas Ulama NU tentu saja menjadi hal baik yang harus diapresiasi semua pihak. Ya, walaupun tetap saja pasti menuai pro kontra di masyarakat. Saya berpikir positif saja bahwa Gerakan Zero Waste yang bergeliat dari akar rumput ini cukup membuahkan hasil. Walaupun tidak bisa dibilang sudah berhasil. Apalagi selesai. Karena ini adalah perjalanan panjang hingga semua elemen masyarakat mampu melaksanakan 7R (Rethink, Refuse, Reduce, Reuse, Rot, Recycle, Responsibility). Seorang kawan saya pernah mengeluh dengan gerakan akar rumput ini. "Percuma Cak, saya bersama rekan-reka...

Senja di Bumi Senentang

Hujan baru saja berhenti. Menyisakan rintik dan genangan-genangan air. Di Tanah gambut yang telah dipadatkan. Ada empat bis yang telah bersiap di depan kantor pangkalan bis borneo. Nomer yang acak tertera di kaca depan. Mirip acara darmawisata waktu sekolah dulu, batin saya. Ini perjalanan pertama saya menginjakkan kaki di Bumi Borneo. Tujuannya mengantarkan ibu mertua ke rumah kakak di Sintang. Setelah meletakkan tas dorong ke bagasi, saya segera masuk ke dalam Bis mencari tempat duduk sesuai tiket. Wow!!! Itulah ungkapan yang keluar saat melihat interior Bis ini. Royal Class. Tempat duduk 2-1 dengan model persis tempat duduk bioskop kelas VVIP. Jujur sebenarnya saya sudah agak trauma naik Bis. Apalagi ini perjalanan malam selama 6 jam. Tapi melihat interior yang lengkap saya sedikit lega. Tentu saja yang saya perhatikan terlebih dahulu adalah toiletnya. Tepat pukul 19.00 Bis Borneo melaju. Membelah hutan-hutan sawit. Nella kharisma mulai diperdengarkan. Sayang ya...

The Secret Life of Walter Mitty

"Hal yang indah tak membutuhkan perhatian" begitu kata Sean O'Connell dalam film bertajuk The Secret Life of Walter Mitty yang dirilis pada tahun 2013 ini. Saya bukan penggemar berat film. Hanya kalau tiba-tiba penasaran saja saya menontonnya. Terkadang di bioskop, tapi yang paling sering menonton di Facebook atau YouTube. Di linimasa Facebook tiba-tiba Poster The Secret Life of Walter Mitty ini muncul. Rasa penasaran akhirnya membuat saya berselancar di Facebook dan YouTube. Keset Sebuah kata yang muncul ketika menonton adegan-adegan awal film ini. Saya dibuat geregetan dengan sikap Sang Bos baru yang songongnya minta ampun. Tiba-tiba saya merasa seperti Walter Mitty. Begitulah dunia kerja. Tak jarang juga saya berkhayal seperti Walter Mitty saat jengkel dengan kebijakan semaunya tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Berimajinasi sedang berteriak seperti auman harimau yang membuat rambut dan pakaiannya lepas. Atau menggebrak meja hingga seluruh bangunan han...