Suatu ketika, usai saya menyampaikan paparan dalam sharing Zero Waste. Seorang peserta nyeletuk, "Pak, kalau gitu tutup saja itu Pabrik Plastik se Indonesia. Beres!"
Dalam kesempatan yang lain, di sebuah grup telegram. Seorang peserta nyeletuk, "Kenapa semua-semua jadi sampah yang disalahkan. Banjir yang disalahkan sampah. Penyakit yang disalahkan sampah. Padahal penyebab banjir dan penyakit tidak melulu karena sampah."
Di perbincangan yang lain kawan saya menceritakan opini dari sebuah selebritas. "Kalau semua harus berhenti tidak menggunakan plastik. Lalu bagaimana nasib pabriknya? Nasib pekerjanya? Bukannya plastik sangat dibutuhkan dalam semua lini kehidupan?"
................
Dari semua perbincangan di atas, saya memilih diam karena berpikir. Harus dengan cara bagaimana menanggapi komentar seperti di atas. Atas hal yang saya dan beberapa kawan-kawan coba suarakan.
Jelas. Tidak ada perjuangan yang mudah. Bukan pula persoalan menang dan kalah. Karena urusan sampah memang complicated.
Terkadang diam justru menjadi hal baik yang harus dilakukan. Karena itu dalam setiap sharing, saya selalu menyampaikan untuk "Mulai dari diri sendiri dan Mulai dari sekarang".
.............
Saya sendiri terus terang belum bisa benar-benar "Zero Waste" untuk urusan sampah di rumah tangga. Baru dalam tahap mencegah semampu yang saya bisa. Memilahnya semampu yang saya bisa. Dan mengolahnya semampu yang saya bisa.
Lantas kenapa sudah berani mengajar??? Dalam tulisan yang saya tulis di Blog ini yang berjudul Ngevlog Zero Waste: Sebuah Lompatan Pertama. Disitu saya tuliskan tentang perkiraan persentase bahwa banyak orang yang tidak tergerak karena tidak tahu informasinya, dampak buruk akibat sampah. Karena itu. Apakah kemudian peserta mau melaksanakan atau tidak itu diluar kuasa saya.
"Kenapa sendirian Cak? Kok ndak bikin komunitas yang fokus ngurusin sampah? Kalau bekerja bersama-sama kan hasilnya jauh lebih baik?" tanya salah seorang kawan.
Saya tidak mau berjanji atau PHP kepada orang lain. Karena saya tidak lagi memiliki keleluasan waktu dan tenaga untuk mengkoordinir banyak orang. Saya mengukur batas kemampuan yang saya bisa lakukan untuk berbagi. Dan sharing ini adalah salah satu solusinya.
Setidaknya saya tidak diam.

Comments
Post a Comment